Temu Alumni Unit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Perindustrian

2019-04-14 20:08:40

Menteri Perindustrian, Bapak Airlangga Hartarto didampingi oleh Bapak Inspektur Jenderal Komjen Pol. Drs. Setyo Wasisto, SH dan Bapak Sekretaris Jenderal Dr.Haris Munandar N., M.A. menghadiri acara pembukaan "Temu Alumni Unit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Perindustrian Tahun 2019". Acara tersebut diselenggarakan pada hari Minggu (14/4) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) - Banten. Berikut beberapa ringkasan diskusi dari acara tersebut:

"Nurhaida, alumni politeknik STTT bandung (wakil ketua dewan komisioner OJK) : background kimia tekstil dahulu sempat dibutuhkan karena ada badan pengawasan ekspor. Background pendidikan sangat menjadi bagian dari ekspor... Degan adanya poltek STTT yang prodinya berkembang dari hanya 2 prodi menjadi lebih dari 2. Alumni STTT 100% terserap di dunia kerja. Dalam industri 4.0, aspek SDM sudah sangat baik dirancang di Kemenperin. Yang cukup penting adalah modal. Target pemerintah di 2030 adalah negara yang memiliki modal terbesar ke 5 di dunia. Industri harus bisa menciptakan lapangan kerja baru. Enterpreneur muda ada program-program dari pemerintah."

"Prof. Mansyur ketua badan akreditasi nasional-PT, alumni poltek ati makassar : vokasi di kemenperin prodi yang terbaik dalam mengembangkan industri 4 sangat relevan dengan slogan UNESCO. Making indonesia 4.0, implementasinya harus menyiapkan investasi, teknologi dan SDM. Teaching industry harus dikembangkan. Harus bisa mengadobe sistem pendidikan dari negara maju. Secara konsep, making indonesia 4.0 sudah bagus, karena itu implementasinya perlu dikawal. Melalui forum alumni adalah salah satu strategi yang bagus untuk mendukung making indonesia 4.0. revolusi industri semestinya kontinu namun kesenjangan jangan terlalu jauh, forward dan backward linkages harus dibuat untuk saling menunjang."

"Ir. Warsono, konsultan market riset (smk-smti yogya) : hal yang dibutuhkan harus ada informasi yang terintegrasi, untuk itu masing-masing alumni membentuk korwil korwil (4 korwil).  Ada abg akademisi bisnis government."

"Pak Menteri: negara bisa berkomptensi karena kecepatannya. Rev. Industri ke 4 tentang kecepatan.  Degan adanya digitalisasi di bidang industri bisa menambah 1-2% percepatan. Informasi Teknologi menjadi front office pada zaman sekarang dengan harapan revolusi industri 4.0 bisa diakselerasi."